2 bulan pun mulai berlalu semestinya, jarangnya dia masuk sekolah seakan hati ini tidak ada isinya dan menjadi kosong seketika. Bodohnya aku yang beranggapan saya mengetahui perasaannya, Akan tetapi sebaliknya.
Saya beranggap salama ini dia hanya berpikir untuk menjadi teman saya, dan kenyataan hari inilah menjawabnya. Libur tahun baru. teman2 sekelas merayakan bersama-sama, Sahabat terdekatnya/tetangganya sendiri tidak lain sekelas dengan kita menceritakan kebenarannya. Dia selalu mencurahkan hatinya ke sahabatnya ini.
Langganan:
Postingan (Atom)


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact