Saya beranggap salama ini dia hanya berpikir untuk menjadi teman saya, dan kenyataan hari inilah menjawabnya. Libur tahun baru. teman2 sekelas merayakan bersama-sama, Sahabat terdekatnya/tetangganya sendiri tidak lain sekelas dengan kita menceritakan kebenarannya. Dia selalu mencurahkan hatinya ke sahabatnya ini.
Betapah bodohnya saya beranggap tak sejajar dengannya,tak pantas untuknya, saya mencelahkan diri saya sendiri, dan tidak percaya diriku apa adannya. menganggap sampah sebelum mengetahui sedalam-dalamnya. Dan saya mulai mengerti,
"Mencoba Mengetahui perasaan Seseorang lebih baik, dari pada tidak sama sekali"
Apakah
( Perasaan Kita = Yang dia Rasakan )
?!
"Menyerah Sebelum Memulai itu bukan Tantangan"
( Yang telah kita pikirkan ialah tidak sama dengan apa yang dia rasakan, sebelum kamu mengetahui lebih dalam isi hati dia sebenarnya )
Sahabatnya menceritakan kepada saya, bahwa dia sangat menyukai saya dan dia tahu bahwa aku sangat menyukainya, dan Pada akhirnya harapan itu sangat tidak berarti, karena dia akan jadi istri seseorang. atau dijadohkan orang tuanya,...
uwahhhhh,.. nangis sob, sakit sekali/sakit,.. rasanya. lagi2 disakitin perasaan ini,sob.
tetapi tidak akan saya sesali, dan entah kenapa saya bangga mengetahui sebenarnya isi hatinya. Dan Jika Tidak, Saya
Seorang pecundang Asli.
Seorang pecundang Asli.
31/12/07

